Berita Angin

Informal Dan Prediksi

Jokowi Klaim JK Mau Jadi Ketua Tim Pemenangan, Ini Kata Stafsus Wapres

Jokowi Klaim JK Mau Jadi Ketua Tim Pemenangan, Ini Kata Stafsus Wapres

BERITA GERHANA. – Jokowi Klaim JK Mau Jadi Ketua Tim Pemenangan, Ini Kata Stafsus Wapres, Bakal capres petahana Joko ‘Jokowi’ Widodo akhirnya merampungkan tes kesehatan di RSPAD Jakarta pada Minggu (12/8) sekitar pukul 20.30 WIB. Ia menjalani tes kesehatan bersama bakal cawapres KH Ma’ruf Amin sekitar pukul 08.00 WIB.

Ma’ruf berangkat lebih pagi dari kediamannya di Koja, Jakarta Utara, menuju Istana Merdeka.

Keduanya lalu menumpang kendaraan Toyota Innova untuk menuju ke RSPAD di Jakarta Pusat. Baik Jokowi dan Ma’ruf sama-sama didampingi anak bungsunya.

Namun, usai melakukan tes kesehatan, Jokowi melontarkan pernyataan menarik. Ia telah berbicara dengan Wakil Presiden Jusuf ‘JK’ Kalla soal tawaran dari kubunya untuk menjadi ketua tim pemenangan. Menurut Jokowi, JK sudah bersedia memegang posisi itu.

“Ya, (Pak JK sudah mau). Saya sudah berbicara dengan Beliau (JK) kok,” kata Jokowi yang kembali mengenakan kemeja bertuliskan “Bersih, Merakyat dan Kerja Nyata,” Minggu malam (12/8).

Apakah ini berarti JK berubah pikiran? Sedangkan, melalui staf khususnya, Hussain Abdullah, JK mengaku hanya ingin menjadi ‘penjaga gawang’.

1. JK tetap bersedia membantu Jokowi tapi selama tidak menganggu roda pemerintahan
Jokowi Klaim JK Mau Jadi Ketua Tim Pemenangan, Ini Kata Stafsus WapresMenurut staf khusus JK, Husain Abdullah, pernyataan Jokowi bisa dimaknai kalau ia sukses membujuk JK agar tetap bersedia membantu mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Walaupun sebenarnya sejak awal JK sudah menyatakan kesediaannya untuk tetap membantu Jokowi.

“Tapi, posisinya tidak harus sebagai ketua, tapi bisa berperan di sisi lain, misalnya sebagai penasihat atau dewan pertimbangan,” ujar pria yang akrab disapa Uceng itu kepada IDN Times malam ini melalui pesan pendek.

Dengan menduduki posisi tersebut, roda pemerintahan tetap masih bisa dijalankan. Sebab, ada kalanya nanti, Jokowi akan ambil cuti untuk fokus berkampanye. Sementara, kalau JK ikut disibukan juga ikut berkampanye, maka tidak ada satu pun yang mengelola pemerintahan.

“Karena Pak JK sudah menegaskan tetap akan membantu Pak Jokowi, apalagi kan dirinya memang bagian dari pemerintahan ini,” kata Uceng.

BACA JUGA
2. JK ingin fokus menjalankan roda pemerintahan hingga di akhir pemerintahan

Menurut Husain, di sisa masa pemerintahannya, JK ingin fokus menjalankan tugasnya sebagai Wakil Presiden. Oleh sebab itu, keterlibatannya membantu Jokowi-Ma’ruf Amin tetap bisa diwujudkan sebatas memberikan masukan atau saran.

“Ya, Pak JK kan mungkin saja membantu dari sisi lain misalnya memberikan advice atau pertimbangan-pertimbangan lain dalam menghadapi Pilpres mendatang,” kata Husain.

JK diketahui memang seorang king maker yang ulung. Ia pandai membaca situasi politik di dalam negeri. Terbukti pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang ia dukung pada Pilgub DKI 2017 sukses melenggang menjadi gubernur dan wakil gubernur. Walau pun kini, Sandiaga meninggalkan kursi itu untuk mengejar sebagai wakil presiden pada Pilpres 2019.

3. Tim koalisi Jokowi-Ma’ruf memang sudah menyiapkan posisi terhormat untuk JK
Jokowi Klaim JK Mau Jadi Ketua Tim Pemenangan, Ini Kata Stafsus WapresSebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni sudah memastikan tim Koalisi Indonesia Kerja (KIK) akan memberikan posisi yang terhormat bagi JK di struktur tim pemenangan.

“Mungkin nanti (Beliau) akan ditempatkan di dewan pertimbangan kah atau apa lah yang pas dengan posisi Pak JK,” ujar ujar Raja di Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Minggu sore.

Ia menilai alasan JK enggan menerima tawaran sebagai ketua tim pemenangan bisa dimengerti dan sangat logis.

Sementara, struktur pemenangan Jokowi-Ma’ruf terdiri dari 11 direktorat. Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, 11 direktorat itu terdiri dari perencanaan, konten, komunikasi politik, media dan sosmed, kampanye, pemilih muda, penggalangan dan penjaringan, logistik dan alat peraga kampanye, hukum dan advokasi serta saksi dan relawan. Seorang ketua nantinya akan ditunjuk untuk memimpin 11 direktorat tersebut.

Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan 11 direktorat itu sudah disusun secara efektif. “Ini struktur yang relatif ramping, fungsional, tapi direktif dan terkonsolidasi,” ujar Arsul hari ini. Masing-masing direktorat nanti akan dipimpin seorang direktur yang dibantu oleh sembilan wakil direktur.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *