Berita Angin

Informal Dan Prediksi

Orangtua bercerai mantan pemain timnas U-18 menjadi begal

Mantan Pemain Timnas U-18, Dedek Hendri harus mendekam di sel Mapolresta Pekanbaru karena terlibat kasus kejahatan. Kini Dedek yang selama ini ahli memegang bola, terpaksa ‘banting stir’ memagang senjata api.

Dari keahliannya memagang si kulit bundar dengan menjadi kiper Timnas, Dedek beralih profesi menjadi pelaku begal. Pemuda asal Kabuten Kampar, Riau ini mengaku karirnya hancur setelah kedua orangtuanya bercerai pada tahun 2008. Diapun langsung terjerumus ke dunia narkoba dan kriminalitas.

“Sejak orangtua bercerai, saya stres. Kemudian saya mulai mengenal dunia malam. Disanalah saya kenal narkoba,” kata Dedek, putra bungsu dari lima bersaudara.

Namun demikian, dia tetap melanjutkan sekolah tingkat SLTA hingga tamat. Semua uang sekolah maupun biaya hidup, ditanggung sendiri setelah orangtua berpisah.

“Setelah berhenti di Timnas, saya balik lagi ke Riau untuk melanjutkan sekolah. Saya sendiri yang nanggung biayanya. Uangnya, saya dapat dari gaji bermain di klub PS Bangkinang Kampar. Gajinya lumayan,”

Namun dunia narkoba telah menjerumuskannya. Pria yang lahir 22 tahun silam ini sudah kecanduan narkoba. Hampir semua penghasilannya habis untuk benda setan itu. Narkoba jenis sabu ini membuat karirnya meredup. Pada tahun 2015, Dedek memutuskan untuk gantung sepatu.

Pada awal tahun 2016, diapun berkenalan dengan pelaku begal bernama Indra di Pekanbaru. Setelah lama berteman, 29 April 2016, Indra mengajaknya untuk berbuat kejahatan.

Fairplay77.com

 

“Saat itu ada muda-mudi yang sedang pacaran di Pekanbaru. Dia mengajak untuk merampok. Saat itu saya megang senjata api, jadi saya ngikut saja. Pistol itu milik teman yang dititipkan ke saya. Saat kita coba minta motornya, korbannya melawan. Kemudian saya menembak pada bagian kaki korban,” kata pria yang bercita-cita menjadi polisi itu.

Usai menembak, Dedek mengambil sepeda motor metik korbannya. Setelah itu mereka kabur. Motor hasil curiannya mereka jual kepada seorang penadah berinisial AL, dengan harga Rp3 juta.

“Uang hasil membegal itu kita bagi dua. Uangnya saya belikan narkoba. Alasan saya ikut begal karena tidak ada uang lagi untuk beli narkoba,”

Dedek mengaku usai melakukan aksi begalnya, dirinya semakin gelisah. “Saat menggunakan senjata api itu saya gerogi juga, tapi karena terdesak, saya menembak korbannya. Saya baru sekali itu saja melakukan begal. Saya merasa bersalah,”

Kapolresta Pekanbaru Kombes Tony Hermawan menegaskan, aksi Dedek dan temannya terbilang kejahatan tingkat tinggi.

“Aksi kejahatan Dedek ini termasuk kriminal tingkat tinggi karena dilakukan menggunakan senjata api. Pengakuannya hanya sekali beraksi, tapi kita tidak percaya begitu saja. Kasus masih kita kembangkan,” kata Tony.

poker383

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *